School Papers

Asia negara-negara di wilayah Asia Timur. Walaupun penyebutan

 Asia Timur merupakan
salah satu kawasan di Asia yang mempunyai luas kawasan sebesar 6.640.000 km
persegi.1
Wilayah kawasan ini meliputi beberapa negara seperti China, Jepang, Korea
Utara, Korea Selatan, dan Taiwan. Secara historis negara-negara di wilayah Asia
Timur berasal dari klan yang sama dimana dalam perkembangannya terpecah-pecah
dan  melakukan ekspansi untuk  menempati wilayah-wilayah di Asia Timur
tersebut. Sehingga membuat adanya persamaan yang dapat dilihat secara fisik
diantara penduduk negara di kawasan tersebut. 
Selain persamaan secara fisik, akibat dari faktor historis tersebut
membuat  adanya persamaan nilai atau value  yang terdapat di dalam ajaran negara-negara di
wilayah Asia Timur. Walaupun penyebutan ajaran-ajaran tersebut berbeda di
setiap negara, seperti Bushido di Jepang, Confusianisme di China, dan ajaran
lain di Korea, namun nilai inti yang diajarkan sama, yaitu harus selalu menjadi
pemimpin yang baik dan menekankan untuk selalu mengabdi kepada negara.2 Yang
pada akhirnya, mengindikasikan bentuk politik dan pemerintahan di negara-negara
kawasan Asia Timur memiliki persamaan pola.

Di samping itu, negara-negara di wilayah Asia Timur sudah saling
melakukan kerjasama dalam berbagai bidang. Seperti ekonomi, keamanan,
pendidikan bahkan sosial dan budaya, baik yang dilakukan secara bilateral
maupun secara multilateral. Salah satu bentuk kerjasama multilateral untuk
wilayah Asia Timur adalah Earth Asia Summit (EAS). EAS merupakan suatu forum
regionalisme atau forum wilayah yang membahas kerjasama isu-isu strategis,
seperti politik, keamanan dan ekonomi untuk negara yang tergabung dalam forum
ini.3
Selain membahas isu strategis, EAS juga membahas tentang isu sektoral seperti
bidang keuangan, pendidikan, energy dan lingkungan hidup.4 EAS sendiri merupakan
sebagai bentuk konkrit dan langkah untuk melaksanakan East Asian Community
(EAC). Anggota EAS sendiri bukan hanya terdiri dari negara yang terletak pada
wilayah Asia Timur saja, namun juga negara-negara lain yang terletak berdekatan
dengan kawasan Asia Timur atau negara yang mempunyai kepentingan lain, yaitu
seperti seluruh anggota ASEAN, Australia, New Zealand, India, China, Jepang dan
Korea Selatan.5

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Bergabungnya ketiga negara penggerak utama perekonomian dan politik di
wilayah Asia Timur ke dalam suatu forum dimana terdapat negara dari kawasan
wilayah lain yang menjadi anggota, 
mengindikasikan bahwa adanya kedekatan secara geografis maupun secara
identitas negara-negara di Asia Timur tidak bisa membuat negara-negara tersebut
saling berintegrasi. Hal ini dibuktikan dengan tidak adanya institusi
supranasional resmi yang mewadahi negara-negara tersebut sampai sekarang.
Padahal dengan terbentuknya institusi supranasional secara otomatis akan
menguntungkan negara-negara yang bergabung di dalamnya.

 

 

Yang
pertama adalah karena adanya persaingan secara politik antara negara-negara
maju di Asia Timur seperti Jepang, Korea Selatan, dan Cina. Ketiga negara
tersebut bersaing secara politik untuk mendapatkan peran penting dalam Hubungan
Internasional di kawasan Asia Timur sehingga kawasan ini sulit untuk membangun
suatu institusi regional. Walaupun menurut Perdana Menteri Jepang, Koizumi
menegaskan bahwa hubungan Jepang dengan China dan Korea Selatan cukup baik,
namun para pemimpin nasional dari Jepang, Korea Selatan, dan Cina tidak
berkumpul untuk diskusi mengenai berbagai isu bilateral dan multilateral.6 Dan ketiga negara tersebut
merasa dengan berkerjasama dengan ASEAN merupakan pilihan peluang terbaik yang
mereka miliki.7

Faktor
yang kedua adalah karena tidak adanya pemahaman bersama mengenai ancaman yang
mengancam kawasannya. Perhatian Korea Selatan terutama ditujukan ke arah utara
semenanjung, Jepang memandang China, dengan potensi ekonomi dan militernya yang
semakin meningkat, sebagai ancaman terbesar. Dan China terutama mengincar AS,
yang menganggap pesaingnya untuk pengaruh di kawasan Asia Timur. Divergensi ini
menciptakan antara kepentingan strategis tiga pelaku memperparah konflik yang
dibentuk oleh sejarah dan meningkatkan saling tidak percaya.

Faktor
yang ketiga adalah Sejarah yang mempengaruhi pola hubungan dari ketiga negara
ini. Hal ini berawal sejak invasi dan penjajahan Jepang terhadap dua negara
tetangganya dari akhir abad 19 dan seterusnya, dan untuk Perang Korea (1950-53)
di mana ketiga negara terlibat secara langsung atau, sedangkan jepang
berkonflik secara tidak langsung. Konflik tersebut merupakan representasi
sejarah, perselisihan teritorial dan narasi yang bersaing mengenai identitas
nasional menyebabkan ketegangan dalam ketiga rangkaian hubungan tersebut.
Namun, hal tersebut tidak mempengaruhi realita yang terjadi sekarang ini. Dalam
kasus China dan Korea, ketegangan yang dihasilkannya relatif terbatas; untuk
hubungan Korea dan China dengan Jepang, mereka bersifat konstitutif dan
konstan.

            Sejak sekitar tahun 2005-2006,
perairan dan daratan yang telah lama disengketakan dan daratan di Laut Cina
Selatan dan, baru-baru ini, Laut Cina Timur telah melihat perilaku yang semakin
agresif dari negara-negara yang mencoba memperkuat klaim terhadap wilayah yang
disengketakan. Meskipun China bukanlah satu-satunya negara yang telah berusaha
untuk menekan klaim teritorial maritimnya, tindakan yang diambil oleh aktor
People’s Republic of China (RRC), termasuk otoritas penegak hukum maritim dan
Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), telah menjadi perhatian khusus. Otoritas
maritim China telah melakukan tindakan termasuk penyerangan terhadap kapal,
menghancurkan peralatan, dan memblokade pulau dan kawanannya. Hal ini membuat
semua orang khawatir bahwa dengan meningkatnya frekuensi peristiwa semacam itu
menimbulkan kemungkinan salah perhitungan yang dapat menyebabkan konflik
terbuka di laut cina selatan. Sengketa paling serius terjadi di Laut Cina Timur
dan Laut Cina Selatan. Yang pertama termasuk klaim bersaing oleh China, Jepang,
dan Taiwan mengenai sekumpulan pulau yang dikuasai Jepang yang disebut Senkakus
oleh Jepang, Kepulauan Diaoyu oleh China, dan Kepulauan Diaoyutai oleh Taiwan.
Perselisihan Laut Cina Selatan melibatkan klaim yang bersaing oleh Brunei,
Malaysia, China, Filipina, Taiwan, dan Vietnam. Sengketa lain melibatkan Jepang
dan Korea Selatan di Laut Jepang, China dan Korea Selatan di Laut Kuning. Laut
Cina Selatan, Laut Cina Timur, dan Laut Jepang adalah salah satu jalur air
tersibuk di dunia, dan insiden di laut dapat menciptakan risiko bagi kapal yang
beroperasi di kedua lautan. Insiden muncul karena berbagai alasan, termasuk
keinginan negara-negara di sekitar pinggiran laut untuk menunjukkan kedaulatan
dan untuk melindungi kemampuan mereka untuk mengeksploitasi sumber daya alam
dan tambang termasuk minyak dan gas, atau ikan.8

 

1 “__ Map of Asia”, One World Nation
Online, available at: http://www.nationsonline.org/oneworld/asia_map.htm,
accessed November 8, 2017

2 Alexis Littlefield, “East Asian
Identity, Interest and Regionalism”, Draft for the 50th Annual
Meeting Southern Conference/Association of Asian Studies (SEC/AAS) Panel : The
Politics of Identity Past and Present (2011): 8-10

3 “KTT Asia Timur (East Asia
Summit)”, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, March 26, 2012, available
at:
https://www.kemlu.go.id/id/kebijakan/asean/Pages/KTT-Asia-Timur-(East-Asia-Summit).aspx,
accessed November 8, 2017

4 Ibid.,

5 “EAST Asia Summit”, Perutusan
Tetap Republik Indonesia untuk ASEAN (PTRI ASEAN), January 6, 2016, available
at: https://www.kemlu.go.id/ptri-asean/id/Pages/EAS.aspx, accessed November 8,
2017

6 Prospect for East Asian Community hlm. 53

7 Regionalism in East Asia: A Bumpy
Road to Asian Integration. Hlm 4

8 Specialist in Asian Affairs. 2014.
Maritime Territorial Disputes in East
Asia: Issues for Congress. Congressional Research Service.

x

Hi!
I'm Rhonda!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out