School Papers

Bab 2.3 (Gingerbread) 3. Perangkat Lunak (Software) yang

Bab
1

Latar Belakang

Keamanan
dalam berkomunikasi sangatlah penting, didalam dunia teknologi informasi
dikenal istilah kriptografi, yaitu teknik untuk mengubah pesan yang hendak
dikirimkan menjadi teks yang sulit dipahami dan dibaca. Ada dua algoritma
berjenis block cipher yang terkenal, yaitu Data Encryption Standart (DES) dan
Advanced Encyption Standart (AES).

 

 

1.1  Rumusan
Masalah

Membandingkan performa
dari algoritma Data Encryption Standart (DES) dan   Advanced Encyption Standart (AES).

 

 

1.2  Tujuan

Mengetahui performa
mana yang lebih baik diantara Data Encryption Standart (DES) dan Advanced
Encryption Standart (AES)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bab
2

Landasan Teori

 

2.1  Penelitian Terdahulu

Dalam penelitian terdahulu yang berjudul “IMPLEMENTASI
ALGORITMA AES 256 BIT DAN ALGORITMA DES UNTUK ENKRIPSI DAN DESKRIPSI PESAN TEKS
BERBASIS ANDROID”

 Spesifikasi
Perangkat Keras (Hardware) yang dibutuhkan :

1.Personal
Computer :

a.    
Operating System Windows 7/8 (32/64 bit)

b.    
RAM 2 GB

c.    
400 MB Harddisk space

d.    
JDK 7

 

2.
Smartphone Anroid dengan spesifikasi minimal versi 2.3 (Gingerbread)

3. Perangkat Lunak (Software) yang dibutuhkan :

a.    
Integrated Development Envinronment (IDE)
eclipse

b.    
Android SDK

c.    
Android Development Tools

 

Dalam penelitian terdahulu yang lain dengan judul “Studi Perbandingan Algoritma Keamanan
Data Teks AES128 DAN DES Berbasis Android” yang ditulis oleh Zebua dan Amos,
didalam tulisan tersebut menggunakan perangkat keras sebagai berikut :

1. Prosesor Intel Core i3 atau diatasnya

2. RAM dengan kapasitas 2Gb

3. Keyboard, Mouse

Sedangkan Perangkat Lunak (Software) yang digunakan
adalah :

1. SDK Java sebagai mesin aplikasi Java pada aplikasi
desktop

No

Metode

Plaintext

Key

Timer

Hasil Enkripsi

keterangan

1.

AES 128

123456789 ABCDEF

ABCDEF GHIJKLM NOP
 

0,06 seconds

5AD42F6007461 01FA1C7C2E185 42CD6CE48C21 ED35A40FACD9
29A1BF25FC595

Berhasil

 

 

Potensi

12345678 90123456

0,01 seconds

600E2240AC800 3A 50A56A12A7F5 B527B
 

Berhasil

 

 

Utama

12345678 90123456

0,00 seconds

7EFF14746EAEB 597B63E66ECC8 7276B6
 

Berhasil

2.

DES

Activity

2345678

0,5 seconds

C2B7C2B1C3AC C2AAC2BBC2A 8C3AC28D
 

Berhasil

 

 

Potensi

12345678

0,07 seconds

4D58C2B6C28E0 40971C396

Berhasil

 

 

Utama

12345678

0,07 seconds

645927C39969C2 BEC38225

Berhasil

 

NO

Metode

Plaintext

Key

Timer

Hasil Dekripsi

Keterangan

1.

AES 128

5AD42F6007 46101FA1C7 C2E18542C D6CE48C21 ED35A40FA
CD929A1BF 25FC595
 

ABCDEF GHIJKLM NOP
 

0,00 seconds

PASSWORD

Berhasil

 

 

600E2240AC 8003A 50A56A12A 7F5B527B
 

12345678 90123456

0,01 seconds

Potensi

Berhasil

 

 

7EFF14746E AEB597B63 E66ECC8727 6B6
 

12345678 90123456

0,00 seconds

utama

Berhasil

2

DES

C2B7C2B1C 3ACC2AAC 2BBC2A8C3 AC28D
 

2345678

0,05 seconds

activity

Berhasil

 

 

4D58C2B6C 28E040971C 396
 

12345678

0,07 seconds

potensi

Berhasil

 

 

645927C399 69C2BEC38 225
 

12345678

0,08 seconds

utama

Berhasil

 

 

2.2  Kriptografi Block Cipher

Block-Cipher adalah skema enkripsi yang akan membagi-bagi
plaintext yang akan dikirimkan menjadi string-string (disebut blok) dengan
panjang t, dan mengenkripsinya per-blok. Pada umumnya block-cipher memproses
plaintext dengan blok yang relatif panjang lebih dari 64 bit dengan tujuan
untuk mempersulit penggunaan pola-pola serangan yang ada untuk membongkar
kunci. Sedangkan skema stream cipher pada dasarnya juga block-cipher, hanya
dengan panjang bloknya adalah satu bit.

Data
Encryption Standard (DES) adalah sebuah algoritma enkripsi sandi blok kunci simetrik dengan
ukuran blok 64 bit dan ukuran kunci 56 bit. DES untuk saat ini sudah dianggap
tidak aman lagi. Penyebab utamanya adalah ukuran kuncinya yang sangat pendek
(56 bit). Sejak beberapa tahun yang lalu DES telah digantikan oleh Advance
Encryption Standard (AES).

Skema global dari algoritma DES adalah sebagai
berikut :

·     
Blok Plaintext dipermutasi dengan matriks
permutasi awal (Initial Permutation atau IP)

·     
Hasil permutasi awal kemudian di-enciphering
sebanyak 16 kali (16 putaran), dimana setiap putaran menggunakan kunci internal
yang berbeda

·     
Hasil Eciphering kemudian dipermutasi dengan
matriks permutasi balikan (invers intial permutation atau IP-1) menjadi blok
cipherteks.

Advanced Encryption Standard (AES)
diperkenalkan pada Desember 2001 yang merupakan algoritma yang lebih efisien
disbanding algoritma sebelumnya. Ia mempunyai 9, 11, atau 13 kitaran untuk
kunci 128, 192, dan 256 bit.

Setiap putaran terdiri
dari :

·     
Penggantian Bait = Sama seperti DES

·     
Peralihan = Pertukaran baris

·     
Campur Jalur = Peralihan Kiri & XOR Bit-bit.

·     
Penambahan Subkunci = XOR Bahagian Kunci dengan
keputusan Kitaran

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bab
3

Metode
Penelitian

3.1    Studi Pustaka

Yaitu dengan membaca
literatur-literatur yang sudah ada dan juga melihat studi kasus penelitian yang
sudah ada.

3.2   
Penelitian

a.     Mencari
sumber lain sebagai acuan

b.     Mencari
source code program pada java untuk DES dan AES

c.     Mencoba
menginputkan plainteks yang sudh pernah dikerjakan (pada tugas sebelumnya)

d.     Membandingkan
hasil dari algoritma DES dan AES

e.     Memberikan
kesimpulan dan penilaian terhadap performa DES dan AES

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bab
4

Hasil Dan Pembahasan

 

NB :
untuk proses dekripsi adalah dengan memasukkan hasil enkripsi dengan kunci yang
sama untuk mendapatkan plaintext yang sesuai dengan diatas.

Ciphertext
yang dihasilkan dalam bentuk symbol, oleh karena itu fungsi Korelasi tidak
dapat dilakukan, sehingga penulis mencari data lain sebagai sumber untuk
analisis.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.2 Pembahasan

 Untuk mengetahui algoritma mana yang memiliki performa yang lebih baik,
telah dilakukan percobaan dengan menggunakan program JAVA dengan menggunakan
aplikasi Netbeans 8,2.

Selain dilakukannya percobaan dengan program
JAVA, ada juga perbandingan kedua algoritma tersebut secara teoritis

 

 Factors   

 DES

 AES

 Key
Length

 56
bits

 128,
192 or 256 bits

 Block
Size

 64
bits   

128,
192, or 256 bits 

 Cipher
Text

 Symmetric
block cipher

 Symmetric
block cipher

 Developed

 1977

 2000

 Security

 Proven
inadequate

 Considered
secure

 Cryptanalysis
Resisteance

 Vulnerable
to differential and linear cryptanalysis; weak substitution tables

 Strong
against differential, truncated differential, linear, interpolation and
square attacks

 Possible
keys

 256

 2128,2192 and
2256

 Possible
ASCII printable character key

 957

 9516,
9524 or 9532

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bab
5

Kesimpulan

 

Dari
percobaan yang sudah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa waktu proses enkripsi
dari algoritma Advanced Encyption Standard (AES) lebih cepat dibandingkan
dengan Data Encyption Standard (DES). Dalam kasus lain, secara teoritis dari
hasil studi yang dilakukan penulis, didapatkan bahwa tingkat keamanan pada
algoritma Advanced Encryption Standard (AES) lebih kebal terhadapa serangan
brute force. Sedangkan Data Encryption Standard (DES) sendiri, dengan majunya
computer dengan prosesor yang sangat cepat sekarang ini, teknik brute force
dapat membongkar algoritma DES dengan hitungan menit, dikarenakan panjang kunci
yang hanya 56 bit.

Dengan
demikian, disimpulkan bahwa AES memiliki performa yang lebih baik dibandingkan
DES, dengan pembuktian-pembuktian yang telah disampaikan, baik dari hasil
percobaan, dan data-data yang didapatkan secara valid.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar
Pustaka

https://pdfs.semanticscholar.org/2878/4ff450d810ea2340bc0b059b74a2b601131b.pdf  

http://seanxmore7x.blogspot.co.id/2012/02/mengenal-dan-membandingkan-program-aes.html

http://mahasiswa.dinus.ac.id/docs/skripsi/jurnal/18819.pdf

The Best Encryption
Tools, Wahana Komputer, Elex Media Komputindo

http://slogix.in/how-to-encrypt-and-decrypt-data-using-des-in-java