School Papers

Nomor penerima pesan. Kadang komentar itu terlihat meyakinkan

Nomor 1

A.    Media
komunikasi yang digunakan Bapak Presiden dalam berkomunikasi

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Media komunikasi yang digunakan Bapak Presiden
dalam berkomunikasi dengan rakyatnya adalah media sosial (seperti vlog,
twitter, instagram), media massa (seperti televisi, radio, koran), dan tim
komunikasi seperti partai-partai politik. Dengan media sosial, lewat akun-akun
media sosial presiden, masyarakat bisa mengetahui secara langsung aktivitas
presiden,penjelaskan keputusan yang ada, dan juga mengangkat isu-isu yang
beredar di masyarakat. Wawancara dengan presiden juga sering diunggah ke akun
Youtube, sehingga rakyat dapat mengikuti pandangan presiden tentang isu-isu
terkini. Hal-hal tersebut juga sering disiarkan di televisi, radio, ditulis di
surat kabar, dan media sosial lainnya. Selain itu ada pula tim yang bertugas
mensosialisasikan pesan kepada masyarakat.

B.    
Komunikasi
yang Efektif untuk Menyampaikan Pesan

Menurut saya, media komunikasi yang efektif
untuk penyampaian pesan adalah televisi, media sosial, dan koran. Kelebihan
dari televisi sendiri adalah televisi mampu dinikmati berbagai kalagan baik
tua, muda, bahkan untuk kalangan disabilitas. Hal tersebut karena televisi terdisi
dari beberapa elemen seperti audio dan visual. Ketika orang tidak mampu
melihat, televisi masih bisa didengarkan. Ketika orang tidak bisa mendengar,
televisi masih bisa dilihat dari tulisan-tulisan dan bahasa isyarat yang biasa
ada di tepi layar televisi. Namun, kelemahan dari televisi ini adalah, berita
yang ada langsung hilang setelah disiarkan sehingga masyarakat yang ketinggalan
tidak sempat melihat siaran/berita yang terlewat.
Televisi juga memiliki berbagai tayangan yang lebih menarik dan mengakibatkan
masyarakat lebih memilih menonton hiburan daripada berita yang ingin disampaika
presiden.

Yang
kedua adalah media sosial. Media sosial ini diminati banyak kalangan terutama
anak-anak muda. Kalangan remaja yang menikmati media sosial ini akan lebih mudah
menerima pesan dari media ini daripada media lainnya. Pesan dari media ini juga
tidak mudah hilang.Setelah dilihat masih dapat dilihat kembali. Penerima pesan
juga dapat mengomentari pesan yang ada. Kekurangannya adalah tidak semua orang
mampu mengoprasikan media sosial. Harus memiliki akun tertentu dan alat
tertentu untuk mengakses pesan. Selain itu, distorsi pesan mudah terjadi karena
komentar-komentar hasil penafsiran banyak orang yang dibaca oleh penerima
pesan. Kadang komentar itu terlihat meyakinkan akan tetapi tidak diketahui
kebenarannya.

Yang
ketiga adalah koran. Koran biasa diterbitkan oleh pihak yang kredibel dan
bertanggungjawab. Koran ini juga relatif murah dan tidak menyulitkan penerima
pesan karena cara memperoleh pesannya hanya dengan membaca saja. Tidak perlu
memakai alat dan akun. Kekurangannya adalah koran semakin lama semakin tidak
diminati karena kalah oleh media lain serta beritanya tidak up to date karena harus melalui proses
editing dan cetak.

C.     Distorsi
pesan dapat terjadi pada komunikasi presiden melalui media Sosial.

Distorsi
pesan sendiri adalah kekurangan ketepatan atau perbedaan arti di antara yang
dimaksudkan oleh si pengirim dengan interpretasi si penerima. Distorsi tersebut
bisa terjadi karena persepsi setiap orang yang menerima pesan berbeda-beda
karena latar belakangnya berbeda-beda pula. Distorsi pesan yang mungkin terjadi
dalam penyampaian pesan presiden melalui media sosial adalah diabaikannya pesan
yang tidak ingin diketahui oleh penerima karena penerima tersebut mengamati
sesuatu secara seleksi sehingga tidak semua pesan secara utuh diterima oleh
penerima pesan. Apalagi di media sosial, sering masyarakat hanya melihat
sekilas dan tidak mencermati secara utuh hal yang disampaikan oleh presiden.
Hal tersebut akan mengakibatkan distorsi pesan.

Masyarakat
cenderung melihat sesuatu sesuai dengan yang mereka percayai. Apabila hal
tersebut mereka percaya baik, maka mereka akan menganggap hal itu baik meskipun
sebenarnya buruk. Misalnya saja pengharusan pendaftaran nomor telpon dengan
Kartu Keluarga. Masyarakat percaya bahwa hal yang ribet/menyusahkan itu tidak
baik. Padahal pesan yang ingin disampaikan adalah agar data masyarakat aman.
Namun masyarakat menjadi berpikir bahwa pemerintah seakan mempersulit segala
hal. Akhirnya banyak yang sudah berpikir buruk sebelum meregistrasikan KK
mereka.

Bahasa
yang digunakan kadang kurang tepat. Media sosial tentunya diakses oleh banyak
orang. Latar belakangnya juga berbeda-beda. Bahasa dan penafsiran non verbal
juga berbeda-beda. Kadang gerak-gerik, logat, nada bicaara, cara bergerak pun
bisa mengakibatkan persepsi yang berbeda. Apalagi di media sosial tidak dapat
mengklarifikasikannya secara langsung yang berakibat pada penafsiran sendiri
yang salah.

Nomor 2

A.
Komunikasi Krisis bencana

Komunikasi
Krisis bencana adalah penyampaian pesan pada saat terjadi hal-hal yang
darurat/marabahaya, bencana, penyelamatan jiwa manusia dan harta benda (SAR),
kecelakaan dan lain-lain. Indonesia yang merupakan daerah yang dilewati cincin
api memiliki potensi bencana yang besar dan beragam. Dalam hal ini, komunikasi
sangat penting karena menyangkut keselamatan banyak orang. Komunikasi ini
dimaksudkan untuk mengevakuasi, menghindarkan, menyelamatkan masyarakat dari
bencana. Penyampaian pesan ini haruslah singkat, mudah dimengerti, sumbernya
jelas, relevan dengan situasinya, lokasi jelas, dan berdasarkan fakta.

B.
Strategi komunikasi Badan Penanggulangan bencana Daerah

BPBD
menyusun strategi dengan menggunakan pola komunikasi roda. Pola
roda ini digunakan pada saat BPBD Yogyakarta melakukan koordinasi dengan
pihak-pihak terkait seperti BMKG dan Dinas Kesehatan. Dalam penyampaian
informasi yang berjalan terlebih dahulu disampaikan kepada pimpinan. Pola
komunikasi roda jika dikaitkan dengan BPBD Yogyakarta, BPBD Yogyakarta
khususnya bidang komunikasinya, sedangkan BMKG dan Dinas Kesehatan bertugas
melaporkan hal terkait kondisi cuaca dan kondisi kesehatan. Adanya koordinasi
yang dilakukan BPBD Yogyakarta dengan berbagai pihak pada saat merancang dan
menjalankan program pencegahan bencana. Namun, BPBD Yogyakarta tetap menjadi
koordinatornya atau sentral komunikasi. Pola komunikasi BPBD Yogyakarta dalam
menanggulangi bencana pada tahapan darurat juga menggunakan pola roda. Pola
roda disini menjelaskan bahwa ada pimpinan
yang jelas dalam memberikan arahan dan perintah serta berpengaruh dalam proses
penyampaian pesannya.

 

C.
Kritisi apa yang telah dilakukan oleh BPBD

BPDB
melakukan tugasnya dengan berkoordinasi dengan BMKG dan Dinas kesehatan.
Meskipun ada koordinasi, BPBD tetap menjalankan tugasnya menjadi koordinatornya
atau sentral komunikasi. Dengan pola roda, ada pimpinan yang jelas
memberikan komando. Menurut saya, hal tersebut sudah bagus karena dalam situasi
genting, harus ada yang mengambil keputusan secara jelas. Jika terlalu banyak
yang mengambil keputusan maka akan semakin kacau.

Nomor 3

A. Iklim
organisasi

Payne
dan Pugh (1976) mendefinisikan iklim organisasi sebagai suatu konsep yang
merefleksikan isi dan kekuatan dari nilai-nilai umum, norma, sikap, tingkah
laku dan perasaan anggota terhadap suatu sistem sosial. Hillrieger dan Slocum
(jablin, 1987) mengemukakan definisi iklim organisasi dengan mempertimbangkan
subsistem dalam organisasi. Mereka mengatakan iklim organisasi adalah suatu set
atribut organisasi dan subsistemnya yang dapat dirasakan oleh anggota
organisasi, yang mungkin disebabkan oleh cara-cara organisasi atau subsistem,
terhadap anggota dan lingkungannya.

Menurut
Tompkins (1985), ada hal yang disepakati dan tidak disepakati yang mana hal
tersebut adalah:

·        
Ada konsensus bahwa iklim organisasi adalah
suatu konsep yang masih menjadi pembicaraan para ahli mengenai sifat yang
dipunyai sistem secara keseluruhan atau orgnasisasi secara keseluruhan
atau  subunit organisasi.

·        
Juga ada persetujuan bahwa iklim lebih bersifat
deskriftif daripada afektif atau evaluatif.

·        
Juga diterima secara umum bahwa iklim timbul
dari dan diperkuat oleh praktek organisasi yang mungkin terbatas pada aktifitas
yang sistematis dan yang telah menjadi kebiasaan yang mendalam, serta penting
oleh organisasi atau anggotanya.

·        
Ada ketidak sepakatan mengenai bagaimana iklim
itu secara umum.

·        
Juga diperdebatkan apakah iklim itu konsep yang
objektif atau subjektif.

·        
Diperkirakan bahwa iklim organisasi
mempengaruhi tingkah laku anggota organisasi.

·        
Iklim juga mempunyai pertalian dengan kultur
organisasi. Beberapa pengarang menyatakan bahwa iklim adalah suatu pengganti
yang lebih bersifat empiris bagi istilah kultur.

B. Iklim
Komunikasi yang Perlu Dibangun

 Iklim organisasi dipengaruhi oleh
bermacam-macam cara anggota organisasi bertingkahlaku dan berkomunikasi. Denis
(1975) mengemukakan iklim komunikasi sebagai kualitas pengalaman yang bersifat
objektif mengenai lingkungan internal organisasi, yang mencakup persepsi
anggota organisasi terhadap pesan dan hubugan pesan dengan kejadian yang
terjadi di dalam organisasi. Menurut Denis hanya ada empat dimensi iklim
komunikasi yaitu : Supportiveness
partisipasi pembuatan keputusan, keterbukaan dan keterus-terangan, dan tujuan
penampilan yang tinggi.

Iklim
komunikasi yang harus diupayakan/dibangun oleh pimpinan PMI DIY adalah iklim
yang memberikan keleluasaan bertindak bagi karyawan namun tidak melanggar
prosedur yang ada. Walaupun leluasa, pelaksanaan tugas harus bertanggungjawab
atas hasil yang dicapai. Untuk mencapai hasil itu, pemimpin harus menentukan
standar/patokan tentang kondisi organisasi dimana manajemen memberikan
perhatian pada hasil yang baik (reward) dan juga toleransi pada hasil yang
kurang baik dengan batasan-batasan tertentu. Pemimpin harus juga mengetahui apa
yang diharapkan dari karyawan karena PMI DIY adalah organisasi kemanusiaaan,
maka karyawannya juga harus diperlakukan dengan pendekatan kemanusiaan. Dengan
demikian Supportiveness partisipasi
pembuatan keputusan, keterbukaan dan keterus-terangan, dan tujuan penampilan
yang tinggi akan tercapai.

Nomor 4

PMI erat
kaitannya dengan kegiatan pendistribusian stok darah. Kegiatan pendistribusian
ini diawali oleh proses komunikasi eksternal menggunakan media chatting whatsapp, e-mail, dan
telepon/SMS. Jika daerah lain ingin meminta izin untuk meminta dikirimkan
jumlah kantung darah tertentu, hal yang perlu dilakukan adalah mengirimkan
surat pemberitahuan resmi melalui e-mail
dahulu, kemudian dapat diteruskan melalui chat.

Dalam
konteksnya berkomunikasi eksternal, PMI DIY menggunakan beberapa media. Media
yang diandalkan oleh PMI DIY dalam berkomunikasi eksternal adalah media massa
baik cetak maupun sosial dan SMS Gateaway. Media massa cetak adalah cara yang
digunakan apabila PMI DIY ingin mempublikasikan sebuah program kerja donor
darah massal atau besar sehingga cakupannya dapat seluruh warga DIY baik tua
maupun muda. Untuk media sosial PMI DIY menggunakan website, akun facebook, dan
instagram resmi. Namun, media komunikasi berupa akun-akun media sosial ini
kurang ter-update dan cenderung
terbengkalai sehingga tidak banyak diakses oleh publik. Untuk brosurnya, tidak
banyak disebar serta masih terlalu luas cakupannya yaitu PMI tingkat nasional
dan Internasional.

Media
yang paling tepat untuk mencapai khalayak sasaran adalah media sosial dengan
akun-akun media sosialnya. Publik pada masa ini lebih cenderung mencari segala
sesuatu di internet. Jadi ketika publik mencari info tentang PMI DIY, akan
langsung muncul data PMI DIY di internet dan media sosial. Jika media sosial di
kembangkan dan dipublikasikan dengan baik, maka media tersebut akan mampu
mencapai khalayak sasaran. Berbeda dengan brosur. Kadang yang menerima brosur
bukanlah orang yang ingin behubungan dengan PMI dan sering juga brosur menghabiskan
biaya yang banyak tapi tidak tepat sasaran.

 

 

 

 

 

x

Hi!
I'm Rhonda!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out